P2MI Ungkap 7.908 Iklan Lowongan Kerja Fiktif di Luar Negeri Ditakedown

2 hours ago 3

loading...

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) terus memperkuat pengawasan terhadap maraknya iklan lowongan kerja fiktif di luar negeri yang beredar di ruang digital melalui Unit Patroli Siber. Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan melalui unit tersebut, Kementerian P2MI terus memantau berbagai iklan maupun konten digital yang menawarkan kemudahan bekerja di luar negeri, tetapi berpotensi menjadi pintu masuk perekrutan pekerja migran secara nonprosedural.

Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi pekerja migran dari konten yang berpotensi merugikan, menyesatkan, maupun membahayakan pekerja migran Indonesia. "Kita ada unit Patroli Siber yang kerjanya memonitor iklan-iklan lowongan kerja fiktif, yang biasanya dikemas sedemikian lupa sehingga menarik, yang sebetulnya ini juga masyarakat harus mewaspadai," jelas Christina dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Ia mengatakan saat ini Unit Patroli Siber telah cukup efektif membantu proses penurunan (takedown) konten yang berkaitan dengan lowongan kerja fiktif sepanjang tahun ini. Christina menjelaskan, setiap tautan yang ditemukan dan dinilai berpotensi terkait dengan lowongan kerja fiktif akan diteruskan Kementerian P2MI kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Baca juga: Wamen P2MI Sinyalir 8 WNI Jadi Tentara Rusia Gara-gara Tergiur Iklan

Selanjutnya, tautan tersebut ditindaklanjuti melalui proses takedown. Adapun sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 7.908 tautan telah di-takedown. Angka tersebut setara dengan 78 persen dari total 10.504 laporan yang disampaikan kepada Komdigi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |