loading...
Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq (ASO) mengenakan rompi tahanan KPK. Foto: Nur Khabibi
JAKARTA - Akademisi Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai kasus dugaan korupsi yang menyeret petinggi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) telah mencoreng dunia kampus. Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq (ASO) sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait penerimaan mahasiswa baru.
Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Wakil Rektor (Warek) III Unsoed Norman Arie Prayoga (NAP), Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto (ES), serta tiga pihak swasta yang terdiri dari Dian Mulia Wardhana (DMW), Adhi Wiharto (AW), dan Mulyono (MLY). Penetapan tersangka ini buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Purwokerto dan Jakarta pada Kamis (20/8/2026).
“Hal ini mengindikasikan bahwa budaya korupsi sudah merasuk hingga sektor pendidikan, bukan lagi monopoli birokrat,” kata Jamiluddin dalam keterangannya dikutip Minggu (23/8/2026).
Baca juga: KPK: Rektor Unsoed Minta Orang Tua Calon Maba Fakultas Kedokteran Siapkan Rp650 Juta
Padahal, kata dia, selama ini kampus dikenal sebagai benteng terakhir moralitas dan teladan antikorupsi bagi masyarakat. Menurut dia, semua itu seolah runtuh akibat perilaku sejumlah petinggi Unsoed yang menjadi tersangka di KPK tersebut.

















































