loading...
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akui ribuan orang tewas dalam demo rusuh di Iran. Dia menyalahkan Presiden AS Donald Trump, menyebutnya sebagai penjahat. Foto/X @khamenei_ir
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui bahwa ribuan orang tewas selama protes baru-baru ini.
Dalam pidatonya pada hari Sabtu, Khamenei mengatakan ribuan orang telah tewas, beberapa dengan cara yang tidak manusiawi dan biadab, dan menyalahkan Amerika Serikat atas kematian orang sebanyak itu.
Pengakuan Khamenei muncul setelah Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) yang berbasis di AS menyebut kerusuhan di Iran telah merenggut 3.090 nyawa. Beberapa kelompok aktivis memperkirakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Pemadaman internet telah membuat sangat sulit untuk mendapatkan informasi yang jelas dari negara Islam tersebut.
Baca Juga: Trump Batal Serang Iran, tapi Serukan Kekuasaan Khamenei Diakhiri
"Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang," kata Khamenei, yang disiarkan media pemerintah Iran dan dikutip BBC, Minggu (18/1/2026).
"Kami menganggap presiden AS sebagai penjahat atas korban jiwa, kerusakan, dan fitnah yang dia timbulkan terhadap bangsa Iran," lanjut Khamenei.
Khamenei melanjutkan, “Dengan rahmat Tuhan, bangsa Iran harus menghancurkan para penghasut."
Otoritas Iran juga merilis kompilasi rekaman pada hari Sabtu yang diduga menunjukkan individu bersenjata membawa senjata api dan pisau di samping para demonstran biasa—bukti, kata mereka, adanya sabotase asing.














































