Klaim Pangsa Pasar EV 22%, Pesanan BYD M6 DM Kalahkan Versi Listriknya

3 hours ago 5

loading...

BYD M6 EV tampil dengan baterai lebih besar di GIIAS 2026, tapi angka pesanan justru menunjukkan konsumen Indonesia sekarang condong ke opsi hybrid plug-in ketimbang EV murni. Foto: BYD Indonesia

ICE BSD - BYD langsung melempar kartu truf di hari pertama GIIAS 2026: BYD M6 EV generasi baru dengan baterai 58 kWh dan jarak tempuh 450 km, tanpa menaikkan banderol dari Rp 395.000.000 untuk varian Standard.

Menariknya, dari lebih 4.000 pesanan BYD M6 DM yang masuk, versi listrik penuhnya justru tidak disebut angkanya. BYD M6 EV pertama kali dikenalkan 2024 sebagai MPV listrik pertama BYD yang meluncur global di Indonesia.

Dua tahun kemudian, pembaruannya baru datang di GIIAS 2026: kapasitas baterai 58 kWh, jarak tempuh 450 km, tenaga maksimal 150 kW, torsi 310 Nm, dan akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,9 detik untuk varian Standard. Panel instrumen full LCD 10,25 inci dan transmisi column shifter melengkapi update kabin.

Yang tidak berubah: harga tetap Rp 395.000.000. BYD menyebut ini sebagai "penyempurnaan,".

Jeda dua tahun untuk menaikkan kapasitas baterai pada model yang sudah diproduksi lokal di Indonesia menunjukkan MPV listrik ini bukan prioritas
pertama BYD dibanding lini DM yang lebih anyar.

DM Menang Telak dari EV

Klaim Pangsa Pasar EV 22%, Pesanan BYD M6 DM Kalahkan Versi Listriknya

Fakta paling mencolok justru datang dari mulut BYD sendiri: lebih dari 4.000 unit BYD M6 DM sudah dipesan dari berbagai wilayah Indonesia sejak diluncurkan Mei 2026.

Read Entire Article
Prestasi | | | |