KPI Usul Literasi Media dan Digital Masuk Kurikulum Sekolah

3 weeks ago 109

loading...

Ruang digital sejatinya bisa menjadi tempat menguntungkan dan membawa sesuatu yang positif jika digunakan dengan baik. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA - Ruang digital sejatinya bisa menjadi tempat menguntungkan dan membawa sesuatu yang positif jika digunakan dengan baik. Sayangnya, banyak masyarakat yang masih gagap memanfaatkannya dan justru kerap menjadi korban dari digitalisasi.

Hal ini tampak dari perilaku masyarakat di ruang digital yang cenderung impulsif, kemudian menjadi pecandu medsos hingga memicu gangguan kesehatan mental. Bahkan, masyarakat kerap menjadi korban penipuan dan hoaks. Dalam perkembangan lebih lanjut, bukannya mendapatkan pengetahuan yang luas tapi malah terjebak dalam echo chamber dan filter bubble.

Baca juga: Mengenal Literasi Digital Sejak Dini

Komisioner KPI Pusat Tulus Santoso menilai kegagalan masyarakat memanfaatkan ruang digital dengan maksimal lantaran kurangnya literasi sejak dini.

“Kita tahu bagaimana koneksi ke internet, menggunakan gawai, termasuk bermain medsos. Tapi pemahaman kita bagaimana medsos bekerja seperti apa algoritma dan bagaimana cara mengambil keuntungan dari internet masih belum banyak yang paham,” ujar Tulus, Senin (10/8/2026).

Sama halnya dengan pemahaman bagaimana media bekerja sebelum era digital yang tidak semua orang paham. Dampak negatif media, bagaimana media mempengaruhi persepsi publik, apa itu agenda setting, pada praktiknya hanya dipahami oleh pegiat media dan orang yang belajar tentang ilmu komunikasi.

Di era digital sekarang, tantangannya makin sulit. Literasi masyarakat yang masih belum maksimal, kini harus dihadapkan pada derasnya arus informasi di ruang digital yang jauh lebih kompleks daripada era media konvensional.

Read Entire Article
Prestasi | | | |