MBG Selama Ramadan Penting untuk Pemenuhan Nutrisi dan Perputaran Roda Ekonomi Mikro

3 hours ago 6

loading...

Kehadiran MBG selama Ramadan mendatang tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan tetap berjalan selama Ramadan 2026 mendatang menjadi polemik di masyarakat. Sebagian publik beropini bahwa pelaksanaan MBG di bulan puasa dinilai tidak efektif dan kurang relevan dengan jam aktivitas belajar mengajar.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, perdebatan tersebut kerap berangkat dari anggapan bahwa MBG hanyalah program sekolah yang sepenuhnya bergantung pada kalender akademik. Padahal, intervensi gizi tidak bersifat musiman dan tidak berhenti pada situasi tertentu, termasuk selama Ramadan.

Baca juga: Presiden Prabowo Klaim Program MBG 99,99% Berhasil

Keberlanjutan distribusi MBG justru mencerminkan peran program ini sebagai upaya negara dalam menjaga pemenuhan gizi harian kelompok penerima manfaat, terlepas dari konteks waktu dan pola aktivitas.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian dr Muhammad Fajri Adda’i, dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurut dia, kehadiran MBG selama Ramadan tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting, terutama dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa.

“Penting untuk menjaga stabilitas energi, konsentrasi belajar, daya tahan, dan sistem tubuh kita berjalan dengan baik. Jadi kita butuh nutrisi yang penting untuk menjaga kemampuan berpikir, kemampuan fisik beraktivitas supaya tidak lemas, tidak gampang terkena gula darah rendah (hipoglikemia), serta tidak kekurangan cairan di sekolah, juga mendukung aktivitas sehari-hari selama sepanjang bulan puasa,” ujar Fajri, Jumat (16/1/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |