loading...
Banyak kaum muslim yang mengisi momen Idulfitri dengan berwisata atau liburan ke berbagai tempat. Selain bersilaturahmi dengan keluarga besar, ternyata rekreasi atau liburan ini dianjurkan oleh Islam. Foto ilustrasi/ist
Banyak kaum muslim yang mengisi momen Idulfitri dengan berwisata atau liburan ke berbagai tempat. Selain bersilaturahmi dengan keluarga besar, ternyata rekreasi atau wisata ini dianjurkan oleh Islam.
Salah satunya firman Allah SWT sebegai berikut:
قُلۡ سِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ ثُمَّ انْظُرُوۡا كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الۡمُكَذِّبِيۡنَ
“Berjalanlah di bumi dan lihatlah” (QS Al-An’am : 11).
Berwisata sesuai ajaran Islam , kita akan mendapatkan banyak manfaat. Seperti yang dijelaskan dalam riwayat yang didendangkan oleh Sayyidina Ali atau Imam Syafi’i, bahwa setidaknya ada 5 manfaat yang dapat diperoleh dari berwisata.
Seperti dikutip dari buku Kumpulan 101 Kultum tentang Islam oleh M. Quraish Shihab, berikut bunyi riwayat tersebut:
“Tinggalkan negeri untuk meraih kejayaan dan berwisatalah karena di sana ada lima manfaat, yaitu mengenyahkan gelisah, meraih kehidupan, ilmu, adab, dan pertemanan dengan yang jaya. Kalau ada yang berkata: Dalam bepergian, ada kehinaan dan cobaan atau kesulitan menempuh jalan dan memikul beban, maka ketahuilah bahwa kematian lebih baik dari pada kehidupan di satu negeri yang hina di antara pembohong dan pengiri,” kata Imam Syafi'i.
Baca juga: Lebaran Ketupat : Tradisi Syawalan Peninggalan Wali Songo
Berdasarkan hal itu, tidak keliru jika ditegaskan bahwa agama menganjurkan setiap orang untuk menyisihkan sebagin masa hidupnya, tenaganya, pikiran, dan uangnya untuk berwisata. “Berwisatalah Anda akan menemukan ganti dari apa yang Anda tinggalkan,” kata Quraish Shihab.
Tujuan Wisata dalam Islam
Mengutip Islamqa tentang hakikat wisata, dalam Islam dikenal istilah siyaahah yang bermakna bepergian ke segenap penjuru bumi (adz-dzihaab fi al-ardh), safar atau perjalanan (travelling), dan/atau wisata (tourism).


















































