loading...
Rusia menyatakan sangat prihatin dengan pengerahan tentara negara-negara NATO ke Greenland. Foto/Srpska National
BRUSSELS - Pemerintah Rusia mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan pengerahan tentara dari negara-negara ke Greenland, pulau otonom Denmark di Arktik yang diancam akan direbut oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Moskow angkat bicara setelah Rusia dijadikan dalih atas ketegangan terkait pulau kaya mineral tersebut.
“Situasi yang terjadi di lintang tinggi sangat mengkhawatirkan kami,” kata Kedutaan Rusia di Belgia, tempat markas NATO berada, dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: AS Tak Peduli 8 Negara NATO Kerahkan Tentara, Tetap Akan Caplok Greenland
"NATO meningkatkan kehadiran militernya di sana dengan dalih palsu tentang meningkatnya ancaman dari Moskow dan Beijing,” imbuh kedutaan tersebut, seperti dikutip dari news.com.au, Jumat (16/1/2026).
Setidaknya delapan negara NATO Eropa, yakni Denmark, Prancis, Jerman, Swedia, Norwegia, Finlandia, Belanda, dan Inggris, sudah mengerahkan tentara mereka ke Greenland. Namun, Gedung Putih menegaskan langkah negara-negara Eropa itu tidak akan mengubah pendirian Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi pulau tersebut.
Trump mengatakan Greenland seharusnya menjadi milik AS dan tidak mengesampingkan kemungkinan merebutnya dengan kekerasan.
AS dan Denmark terus berselisih mengenai masa depan Greenland setelah pembicaraan tingkat tinggi diadakan di Gedung Putih gagal mengubah pendirian Trump. Menurut Trump, Washington perlu memiliki pulau tersebut karena alasan keamanan nasional.















































