Penasihat Ahli Kapolri Ajak Publik Berikan Informasi terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

6 hours ago 9

loading...

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal usai melakukan kegiatan podcast di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Foto: Tangkapan layar

JAKARTA - Polda Metro Jaya terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan teror tersebut diduga sebagai bentuk balas dendam kepada korban.

Pakar Hukum Kepolisian dan Kriminologi Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan mengatakan bahwa dilihat dari sudut kriminologi, tindakan pelaku menyiram air keras kepada korban bukan tujuan mematikan tapi agar korban menderita.

Saat ini, sebanyak 86 titik kamera pengawas CCTV diteliti aparat penegak hukum, beberapa di antaranya wajah pelaku terlihat agak jelas. Namun, wajah ini berbeda jauh dengan wajah produk Artificial Intelligence (AI) yang diduga disebar komplotan pelaku.

Baca juga: Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo: Ada Surat Perintah 11 Maret 2026

Foto wajah pelaku kini tengah disempurnakan polisi menggunakan teknologi agar wajahnya terlihat sempurna sesuai dengan wajah asli pelakunya. “Kami melihat ada upaya dari kelompok pelaku menyebar foto hasil AI untuk tujuan menyesatkan. Kejanggalan ini sudah terdeteksi penyidik kepolisian," katanya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Menurut Edi, apa yang dilakukan pelaku justru akan memudahkan penyidik Polri mendeteksi siapa sebenarnya pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. Faktanya setiap bukti digital itu tidak bisa hilang dan pada akhirnya akan memberikan petunjuk siapa pelaku yang sebenarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |