loading...
Alexandr Wang (28) kini memimpin divisi AI masa depan Meta setelah Mark Zuckerberg menyuntikkan investasi senilai Rp 224 triliun ke perusahaannya, Scale AI. Foto: ist
SILLICON VALLEY - Bayangkan rasanya menjadi Alexandr Wang. Pemuda berusia 28 tahun, berdiri di puncak dunia teknologi, dan menyaksikan salah satu orang terkaya di muka bumi rela menggelontorkan dana USD14 miliar atau Rp224 triliun hanya untuk memastikan Anda berada di pihaknya.
Wang adalah sosok genius yang baru saja direkrut Mark Zuckerberg untuk memimpin ambisi terbesar Meta: menciptakan kecerdasan buatan super (superintelligence).
Di awal 2026, Zuckerberg tidak sekadar melakukan rekrutmen eksekutif; ia melakukan kudeta bakat paling mahal dalam sejarah Silicon Valley.
Wang, yang sebelumnya memilih drop out dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), kini didaulat menjadi kepala unit elit baru bernama Meta Superintelligence Labs (MSL).
Investasi jumbo Meta ke perusahaan Scale AI milik Wang bukan sekadar suntikan modal, melainkan "mahar" untuk mengamankan otak di balik infrastruktur data terpenting dunia saat ini.
Dari Asrama Kampus ke Daftar Miliarder Forbes

Perjalanan Wang adalah antitesis dari jalur karier konvensional. Lahir di Amerika Serikat dari orang tua fisikawan, ia tumbuh dalam lingkungan yang memuja sains.
Bakat matematikanya yang cemerlang membawanya masuk ke MIT, gerbang impian bagi jutaan teknisi dunia. Namun, Wang merasakan kegelisahan yang berbeda.
Pada usia 19 tahun, saat teman-temannya sibuk mengejar gelar sarjana, Wang mengambil keputusan nekat: keluar dari kuliah.














































