Puasa Tetap Lancar di Musim Hujan, Bejo Jahe Merah Gelar Program di 129 Kota

7 hours ago 5

loading...

Bejo Jahe Merah kembali menghadirkan program Bejo Anti Angin Spot di 129 kota. Foto/Istimewa.

JAKARTA - Ramadan tahun ini berlangsung bertepatan dengan puncak musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Angin kencang, hujan deras, dan kelembapan tinggi menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi daya tahan tubuh.

Di tengah aktivitas puasa yang padat serta perubahan pola makan, tubuh lebih rentan mengalami penurunan imunitas hingga gejala masuk angin. Karena itu, menjaga kehangatan dan daya tahan tubuh menjadi hal penting selama bulan suci, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alami yang khasiatnya telah dikenal turun-temurun, seperti jahe merah.

Baca juga: Berbagi Berkah di Bulan Ramadan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta

Perubahan pola makan selama puasa, dari yang biasanya tiga kali sehari menjadi hanya saat sahur dan berbuka, membuat tubuh perlu beradaptasi. Menjaga menu sahur dan berbuka dengan asupan seimbang menjadi kunci agar tetap bugar dan tidak mudah terserang masuk angin, terutama saat harus beraktivitas di pagi hari dengan suhu udara yang lebih dingin akibat musim hujan.

Di sinilah peran bahan alami yang menghangatkan menjadi relevan. Jahe merah dikenal tinggi antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi berkat kandungan shogaol, gingerol, dan zingerone.

Konsumsi jahe merah saat sahur dan berbuka dapat membantu tubuh terasa lebih hangat dan terlindungi, sehingga lebih siap menghadapi perubahan suhu serta ritme aktivitas selama Ramadan.

Selain jahe merah, kurma yang identik dengan Ramadan juga baik dikonsumsi karena gula alaminya mudah diserap tubuh tanpa memicu lonjakan energi berlebihan yang membuat tubuh cepat lemas setelah berbuka.

Read Entire Article
Prestasi | | | |