loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Barat mencatat surplus regional Rp22,02 triliun hingga akhir Juli 2026. Kinerja tersebut ditopang pendapatan negara Rp85,61 triliun dan realisasi belanja negara Rp63,59 triliun.
"Setiap rupiah APBN harus terus bekerja, bukan hanya tercatat sebagai angka realisasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," kata Purbaya dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Soroti Bantuan Gempa NTT, Purbaya: Koordinasi Pusat-Daerah Masih Lemah
Purbaya menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Barat di Bandung, Senin (24/8), untuk mengevaluasi pelaksanaan APBN hingga akhir Juli 2026. Peninjauan mencakup kinerja pendapatan negara, penyerapan belanja pemerintah pusat, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa, serta pelaksanaan program prioritas.
Pendapatan negara Jawa Barat mencapai Rp85,61 triliun atau 45,41% dari target, tumbuh 6,81% secara tahunan. Penerimaan perpajakan menyumbang Rp81,30 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp63,84 triliun yang tumbuh 10,41% dan kepabeanan serta cukai Rp17,46 triliun.
Sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak dengan setoran Rp30,60 triliun atau 47,93%. Dari sisi belanja, realisasi mencapai Rp63,59 triliun atau 57,02% dari pagu, sementara belanja kementerian/lembaga meningkat 28,86% menjadi Rp26,61 triliun.

















































