loading...
Novo Nordisk memulai babak baru bisnis dengan memperkenalkan identitas perusahaan melalui penggunaan nama Novo serta memperbarui budaya perusahaan. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Novo Nordisk memulai babak baru bisnis dengan memperkenalkan identitas perusahaan melalui penggunaan nama “Novo” serta memperbarui budaya perusahaan untuk memperkuat fokus dan daya saing di sektor kesehatan. Pembaruan yang diumumkan di Bagsværd, Denmark, pada 16 September 2026 tersebut mengusung tema "Lasting Health Starts Now" dan nilai budaya baru yang disebut “The Novo Way”.
"Individu dan komunitas selalu menjadi fokus utama dalam pengembangan sains di Novo. Kami telah mendorong transformasi di berbagai bidang kesehatan, seperti obesitas dan diabetes, dengan menghadirkan inovasi bagi kehidupan jutaan orang," ujar Presiden dan CEO Novo Mike Doustdar dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Novo Nordisk Indonesia Perkuat Inklusivitas, 56% Posisi Manajemen Diisi Perempuan
Doustdar mengatakan kebutuhan layanan kesehatan yang belum terpenuhi masih besar, sementara ekspektasi masyarakat terhadap solusi kesehatan terus berubah. Karena itu, identitas merek dan budaya perusahaan diperbarui untuk mendukung cara kerja yang lebih fokus, cepat, dan mampu memberikan dampak lebih luas.
Melalui rebranding tersebut, "Novo" akan digunakan sebagai nama perusahaan dalam penggunaan sehari-hari, sedangkan Novo Nordisk A/S tetap menjadi nama resmi perusahaan secara global. Identitas visual juga diperbarui dengan mempertahankan logo banteng Apis yang memiliki akar sejarah perusahaan, namun dengan tampilan yang lebih modern.
Sementara itu, "Lasting Health Starts Now" menjadi inti identitas baru perusahaan dengan gagasan bahwa kesehatan berkelanjutan dimulai dari langkah yang dilakukan saat ini. Novo menyatakan identitas tersebut ditujukan untuk membangun hubungan yang lebih konsisten dengan masyarakat, mitra, dan pemangku kepentingan di berbagai negara.
Novo juga memperkenalkan "The Novo Way" sebagai landasan budaya perusahaan yang mengacu pada empat prinsip, yakni fokus pada konsumen dan pasien (customer obsession), daya saing (competitiveness), kejelasan dalam menentukan prioritas (clarity), serta kepedulian dan integritas (care & integrity).
Executive Vice President, People, Organisation & Corporate Affairs Novo Tania Sabroe mengatakan pembaruan budaya dan identitas merek dirancang untuk saling melengkapi. Menurut dia, budaya perusahaan menentukan cara Novo menjalankan strategi, sedangkan identitas merek memengaruhi bagaimana produk, layanan, dan perusahaan dipersepsikan oleh masyarakat.


















































