Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut Perkuat Kelembagaan dan Kemitraan Iklim

2 hours ago 6

loading...

Kemenhut mencatat capaian positif dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove sepanjang tahun 2025 yang menjadi indikator penting pemulihan ekosistem pesisir. Foto/Ist

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat capaian positif dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove sepanjang tahun 2025. Program rehabilitasi mangrove yang didukung pendanaan APBN maupun non-APBN menunjukkan keberhasilan nyata secara fisik, sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan pengelolaan mangrove di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih menegaskan bahwa capaian fisik rehabilitasi mangrove tahun 2025 mencerminkan meningkatnya kualitas perencanaan dan implementasi di lapangan. Realisasi peningkatan tutupan lahan mangrove tercapai bahkan melampaui target pada beberapa tahapan rehabilitasi, yang menjadi indikator penting pemulihan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Baca juga: Kemenhut Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

“Capaian rehabilitasi mangrove tahun 2025 menunjukkan bahwa upaya pemulihan ekosistem pesisir berjalan semakin efektif. Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari luasan tanam, tetapi juga dari konsistensi pemeliharaan dan keterlibatan para pihak di lapangan,” ujar Dyah, Rabu (21/1/2026).

Keberhasilan tersebut didukung oleh penguatan tata kelola dan kelembagaan rehabilitasi mangrove. Sepanjang 2025, Kementerian Kehutanan telah memfasilitasi penguatan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) di 34 Unit Pelaksana Teknis (UPT), baik melalui pembiayaan APBN maupun dukungan hibah internasional.

Read Entire Article
Prestasi | | | |