Sebut Israel Memiliki Hak untuk Menyerang, Menlu Negara Arab Ini Dikecam Ramai-ramai

3 hours ago 3

loading...

Menlu Lebanon, Youssef Rajji, memicu kecaman publik setelah menyatakan Israel memiliki hak untuk menyerang Lebanon. Foto/Asharq Al-Awsat

BEIRUT - Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon, Youssef Rajji, memicu kecaman publik setelah menyatakan bahwa Israel mempertahankan hak untuk menyerang Lebanon berdasarkan ketentuan perjanjian gencatan senjata. Komentarnya dianggap membenarkan agresi Israel dan merusak kedaulatan Lebanon.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News Arabia pada Selasa lalu, Rajji berpendapat: "Selama senjata tidak dibatasi secara permanen, Israel sayangnya berhak untuk melanjutkan serangannya sesuai dengan kesepakatan."

Komentar menteri negara Arab itu dikecam ramai-ramai oleh para pejabat negara sendiri. Rajji dianggap berpihak pada narasi Israel sementara Lebanon masih berada di bawah serangan militer dan pendudukan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Langka, PM Israel Netanyahu Minta Trump Tunda Serangan AS terhadap Iran

Menteri Kesehatan Rakan Nassereddine mengatakan pernyataan Rajji telah melanggar prinsip solidaritas menteri, menekankan bahwa para pejabat pemerintah harus berdiri bersama rakyat Lebanon dan menegaskan kembali bahwa "agresor adalah Israel".

Anggota Parlemen dari faksi Hizbullah, Ali Ammar, melangkah lebih jauh, menuduh Rajji "memberikan hak kepada Israel untuk menyerang Lebanon dan membenarkan semua kejahatannya terhadap rakyat Lebanon.

Ammar menggambarkan komentar Rajji sebagai "kegagalan politik, nasional, dan moral yang sangat besar".

Read Entire Article
Prestasi | | | |