Sedang Perang Melawan Rusia, 200.000 Tentara Ukraina Malah Kabur

1 hour ago 5

loading...

Presiden Volodymyr Zelensky saat menemui tentara Ukraina yang berperang melawan Rusia. Kyiv akui sekitar 200.000 tentaranya menghilang dari tugas saat perang sedang berlangsung. Foto/Kantor Pers Kepresidenan Ukraina

KYIV - Sekitar 200.000 tentara telah desersi atau kabur tanpa izin resmi ketika negara itu sedang berperang melawan invasi Rusia. Data jumlah tentara yang "menghilang" itu diungkap Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov.

Berbicara di hadapan Verkhovna Rada (Parlemen Ukraina) pada hari Rabu, Fedorov juga mengungkapkan bahwa sekitar 2 juta warga Ukraina terdaftar sebagai "buronan" karena menghindari wajib militer dan kewajiban mobilisasi.

Ini menandai salah satu pengakuan paling mengejutkan namun jujur dari seorang pejabat senior Ukraina di tengah perang skala penuh melawan Rusia, sebagaimana dikutip dari EurAsian Times, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Sekutu Putin: Jika Rusia Nyaris Kalah, Senjata Nuklir Digunakan dan Eropa Hancur!

Pengungkapan ini muncul di tengah laporan tentang moral yang rendah, kelelahan, dan masalah mobilisasi, meskipun angka dari Fedorov merupakan pertama kalinya skala masalah tersebut didokumentasikan.

Desas-desus tentang rendahnya moral dan tingginya angka desersi di kalangan tentara Ukraina telah beredar sejak lama, tetapi komentar Fedorov menandai pertama kalinya seorang pejabat Kyiv mengungkapkan skala masalah tersebut.

Berdasarkan hukum Ukraina, semua pria berusia antara 18 hingga 60 tahun harus mendaftar ke militer, meskipun hanya mereka yang berusia 25 hingga 60 tahun yang wajib dimobilisasi.

Hukum darurat militer Ukraina melarang semua pria berusia 23 hingga 60 tahun yang memenuhi syarat untuk dinas militer meninggalkan negara yang dilanda perang tersebut, tetapi ribuan orang telah melarikan diri.

Read Entire Article
Prestasi | | | |