Semprot Parfum di Leher Berisiko Kanker Tiroid? Pakar IPB Bilang Begini

4 days ago 9

loading...

Kebiasaan menyemprotkan parfum, termasuk di area leher, berkaitan dengan risiko gangguan kelenjar tiroid. Foto/Istimewa.

JAKARTA - Kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher kerap dilakukan agar aroma bertahan lebih lama. Namun, praktik ini belakangan menimbulkan kekhawatiran karena dinilai berpotensi memengaruhi kelenjar tiroid dan dikaitkan dengan risiko gangguan hormon hingga kanker tiroid.

PakarMultiomics CancerIPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, menjelaskan bahwa secara ilmiah terdapat indikasi hubungan antara penggunaanparfumdan gangguan kelenjar tiroid, meskipun kaitannya dengan kanker tiroid belum terbukti secara langsung.

Baca juga: Segini Kisaran Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor, Camaba IPB Cek!

“Berdasarkan sebuah studi tinjauan sistematis, kebiasaan menyemprotkanparfum, termasuk di area leher, berkaitan dengan risiko gangguan kelenjar tiroid. Adapun hubungan dengan kanker tiroid masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara langsung,” ujarnya.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University itu memaparkan,parfumatau cologne umumnya mengandung bahan kimia sepertiphthalates, parabens,dantriclosan. Bahan-bahan tersebut berpotensi mengganggu sistem hormonal atau sebagai endocrine disruptors.

Read Entire Article
Prestasi | | | |