Semua Sekolah Kristen di Yerusalem Tutup karena Israel Menolak Izin Masuk 70 Guru dan Staf

5 hours ago 11

loading...

Para pelajar Palestina memprotes penutupan akses menuju sekolah di desa Umm al-Khair, wilayah Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron, Tepi Barat, Palestina, pada 26 April 2026. Foto/Wisam Hashlamoun/Anadolu Agency

YERUSALEM - Seluruh sekolah Kristen di Yerusalem mengumumkan pada Senin malam (31/8/2026) bahwa mereka akan menangguhkan kegiatan belajar-mengajar mulai hari Selasa. Keputusan ini diambil setelah Israel tidak memperbarui izin masuk bagi lebih dari 70 guru dan staf, sehingga menghalangi mereka mencapai sekolah tempat mereka bekerja.

Tahun ajaran baru di Israel dan Yerusalem dijadwalkan dimulai pada hari Selasa.

Pihak sekolah Kristen di Yerusalem mengatakan saat mereka bersiap memulai tahun ajaran 2026-2027, mereka dikejutkan oleh "kegagalan memperbarui izin masuk bagi lebih dari 70 guru dan karyawan—baik staf pengajar, administrasi, maupun staf pendukung—secara tiba-tiba dan tanpa peringatan sebelumnya."

Mereka menyatakan kegagalan memperbarui izin tersebut menghalangi para guru dan karyawan untuk mencapai sekolah serta berdampak langsung pada persiapan dimulainya tahun ajaran.

Absennya staf dalam jumlah besar ini memengaruhi berbagai aspek operasional sekolah, termasuk layanan pendidikan, administrasi, dan kesehatan, serta layanan kebersihan dan langkah-langkah keamanan dan keselamatan, ungkap pernyataan tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |