Sistem Presisi Polri Dianggap Terbukti Efektif

11 hours ago 19

loading...

Polri. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Pakar Hukum Romli Atmasasmita turut mengakui keberhasilan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama aksi unjuk rasa pada Kamis, 27 Agustus 2026 berlangsung. Penilaiannya tidak hanya berhenti pada hasil yang dicapai, namun juga menyentuh aspek metodologi dan sistem yang digunakan Polri dalam menghadapi dinamika keamanan yang kompleks.

Romli berpendapat, Polri telah memiliki sistem pengamanan yang berpola dan tertata secara rapi, dengan mengacu pada konsep Peesisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) sebagai landasan filosofis dan operasional dalam menghadapi segala bentuk gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum.

Mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sesuatu yang datang secara kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang, pelatihan sistematis, dan implementasi konsep yang terukur.

Baca juga: Boni Hargens Puji Polri Cegah Angsa Hitam dalam Demo 27 Agustus

“Pendekatan berbasis konsep Presisi memungkinkan Polri untuk tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu memprediksi potensi gangguan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif jauh sebelum situasi memanas,” ujar Romli kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Romli menegaskan adanya kesiapan struktural dalam institusi kepolisian dalam merespons segala bentuk ancaman terhadap keamanan dan ketertiban umum. "Polri sudah memiliki sistem pengamanan yang berpola dan tertata secara rapi dengan mengacu pada konsep PResisi dalam menghadapi segala bentuk gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum," pungkasnya.

(rca)

Read Entire Article
Prestasi | | | |