loading...
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa endapan lumpur akibat bencana alam banjir bandang dan longsor di Aceh menarik minat sejumlah pihak swasta untuk dimanfaatkan. Foto/BPMI Setpres
ACEH TAMIANG - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa endapan lumpur akibat bencana alam banjir bandang dan longsor di Aceh menarik minat sejumlah pihak swasta untuk dimanfaatkan. Dirinya pun mempersilakan swasta yang berminat sehingga hasilnya bisa untuk pemasukan daerah.
“Gubernur melaporkan ke saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai tapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan ini saya kira bagus sekali ya. Jadi tolong ini didalami dan kita laksanakan ya,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi saat meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo: Saya Minta Maaf, Belum Bisa ke Semua Titik Bencana
Rapat kerja tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan dihadiri jajaran kabinet, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Menteri Investasi/Kepala Danantara Rosan Roeslani.
Dalam forum tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan usulan dari Kementerian Pertahanan dan TNI untuk segera melakukan pembersihan lumpur yang menyebabkan pendangkalan sejumlah sungai besar di Aceh.
Menurut Sjafrie, setelah sungai dibersihkan dan didalami, kapal pengangkut bantuan serta alat berat dapat langsung menjangkau lokasi pekerjaan tanpa harus dipindahkan ke jalur darat terlebih dahulu.














































