The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753

4 hours ago 8

loading...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada perdagangan Kamis (17/9/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 57 poin atau 0,32% ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis (17/9/2026), setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan. Penguatan dolar AS setelah keputusan tersebut menjadi salah satu sentimen yang menekan mata uang Garuda.

"Pasar merespons positif adanya pembicaraan antara AS dan kelompok Houthi yang membantu meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah," kata Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya.

Baca Juga: Rupiah Jatuh ke Rp17.696 per USD, Suku Bunga The Fed dan Reshuffle Menkeu Jadi Sentimen

Reuters melaporkan Amerika Serikat dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menggelar dialog pada akhir pekan, dengan Houthi kembali menyatakan komitmen terhadap gencatan senjata 2025 serta tidak akan menyerang kapal AS maupun Israel. Namun, ketegangan terkait Selat Hormuz masih menjadi perhatian karena lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut belum kembali ke level sebelum konflik.

Dari Amerika Serikat, Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (16/9) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi masih menjadi perhatian dan bank sentral AS membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut, sementara pasar juga mencermati perbedaan pandangan antara kebijakan The Fed dan dorongan Presiden AS Donald Trump agar suku bunga diturunkan.

Keputusan tersebut turut mendorong dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu terhadap sejumlah mata uang utama, seiring kenaikan imbal hasil surat utang AS dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan bunga lanjutan. Kondisi itu memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Read Entire Article
Prestasi | | | |