loading...
Presiden AS Donald Trump (kanan) batalkan serangan terhadap Iran, tapi dia menyerukan diakhirinya kekuasaan Ayatollah Ali Khamenei di Iran. Foto/ABC News/Lindsay Dunbar
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia telah meyakinkan diri sendiri untuk tidak mengebom Iran, membantah bahwa keputusan membatalkan serangan terhadap negara Islam itu karena desakan negara-negara Arab dan Israel.
Kendati demikian, dia menyerukan diakhirinya kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang telah berlangsung selama 37 tahun.
"Sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran," katanya kepada Politico pada hari Sabtu (17/1/2026). "Keputusan terbaik yang pernah dia buat adalah tidak menggantung lebih dari 800 orang dua hari yang lalu," lanjut Trump.
Baca Juga: Trump: Saya Meyakinkan Diri Sendiri untuk Tidak Mengebom Iran
Trump berpendapat bahwa kepemimpinan Iran bergantung pada penindasan dan kekerasan untuk menjalankan negara. Dia menyalahkan Khamenei atas "kehancuran total negara Iran" dan atas penggunaan tingkat kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Agar negara tetap berfungsi—meskipun fungsinya sangat rendah—kepemimpinan harus fokus pada menjalankan negaranya dengan benar, seperti yang saya lakukan dengan Amerika Serikat, dan bukan membunuh ribuan orang untuk mempertahankan kendali," kata Trump.
Dia menambahkan, "Kepemimpinan adalah tentang rasa hormat, bukan rasa takut dan kematian."














































