loading...
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera. Foto/SindoNews
ACEH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Adapun bencana hidrometeorologi ini menewaskan ribuan orang dari tiga provinsi itu.
Hal ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, Kamis (15/1/2026). Tito menyebut, selain memakan korban jiwa, bencana juga menyebabkan infrastruktur di daerah rusak parah.
"Ada fasilitas umum yang terdampak, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, gedung kantor, pendidikan, jembatan saja 405. Sekarang kita rekap menjadi 2.056. Ada perbedaan antara awal," kata Tito.
Baca juga: Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Bedasarkan data yang diterima pada 14 Januari 2026, total rumah rusak berjumlah 175.050 unit. Meliputi rusak ringan itu 75.653 unit, kemudian rusak sedang 45.085 unit dan rumah yang rusak berat 53.412 unit.
1. Sumatera Barat
Dari tiga daerah, Provinsi Sumbar menjadi wilayah yang progres penanganan bencana hampir pulih. Dari 19 kabupaten/kota, sebanyak 16 daerah terdampak bencana.
Lihat video: Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Setelah Tinjau Lokasi Banjir Sumatera
“Sehingga akhirnya 16 daerah yang tadinya terdampak, sekarang bisa dikatakan 4 yang sebagian besar sudah pulih, atau mendekati pulih,” ujar Tito.



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474538/original/049703200_1768484439-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_20.18.39__1_.jpeg)



























