Valuasi Induk TikTok Rp5.148 Triliun, Lebih Besar dari APBN Indonesia 2025 tapi Jauh Lebih Kecil dari Meta

1 day ago 6

loading...

Pendapatan induk TikTok tembus Rp748 Triliun, kalahkan Meta valuasinya jauh lebih rendah karena geopolitik. Foto: Reuters

BEIJING - ByteDance, induk perusahaan TikTok, resmi melengserkan Meta (Facebook & Instagram) dari takhtanya, menjadi perusahaan media sosial dengan pendapatan terbesar di planet ini.

Namun, di balik kemenangan finansial yang gemilang ini, tersembunyi sebuah paradoks yang begitu tajam.
Meskipun mesin uangnya berputar lebih kencang, nilai perusahaan ByteDance secara keseluruhan justru hanya seperlima dari nilai Meta.

Ini adalah kisah tentang raja baru yang perkasa, namun mahkotanya "disandera" oleh sebuah perang politik yang berkecamuk di Washington.

Angka-angka yang Tak Bisa Berbohong

Mari kita lihat betapa buasnya mesin uang ByteDance. Pada kuartal kedua 2025, pendapatan mereka meroket 25% mencapai USD48 miliar atau setara Rp748 Triliun. Angka ini melanjutkan tren dari kuartal pertama, di mana mereka sudah lebih dulu menyalip Meta dengan pendapatan USD43 miliar (Rp670 Triliun) berbanding USD42,3 miliar USD (Rp660 Triliun) milik Meta.

Sebagai cerminan dari kekuatan finansial ini, ByteDance kini menawarkan program pembelian kembali saham untuk karyawannya dengan valuasi baru yang menembus USD330 miliar atau lebih dari Rp5.148 Triliun.

'Penyakit Kronis' Bernama TikTok US

Di sinilah letak ironi terbesarnya. Jika ByteDance begitu perkasa, mengapa valuasinya "hanya" Rp5.148 Triliun, sementara nilai Meta di pasar saham mencapai Rp29.640 Triliun?

Read Entire Article
Prestasi | | | |