Waspada Lebaran Banyak Penipuan Digital, Jangan Sampai THR Anda Lenyap!

5 hours ago 6

loading...

ITSEC menyebut kuantitas serangan siber menurun namun kualitas penipuan digital justru semakin mematikan selama Ramadan 2026. Foto: ITSEC

JAKARTA - Bulan suci Ramadan seharusnya menjadi momen berburu pahala. Namun bagi penjahat siber di tahun 2026, ini adalah masa panen raya untuk menguras uang masyarakat dengan cara yang semakin tak kasat mata.

PT ITSEC Asia Tbk, satu-satunya perusahaan keamanan siber yang melantai di Bursa Efek Indonesia, membongkar ironi ini: secara kuantitas, serangan siber memang tampak menyusut, namun secara kualitas, penipuan digital berevolusi menjadi monster mematikan dengan bantuan Kecerdasan Buatan (AI).

Logikanya sederhana. Mengapa peretas harus bersusah payah menjebol tembok pertahanan server yang mahal, jika menipu psikologis manusia jauh lebih murah dan cepat?

Data dari tim Threat Intelligence ITSEC Asia dan platform Horizon Scout mengonfirmasi tren ini.

Pada Maret 2025, tercatat 45 kasus defacement (perusakan situs), 77 kebocoran data, 2 kasus ransomware, dan sekitar 30.600 percobaan serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Setahun kemudian, pada Maret 2026, angka kekerasan siber "tradisional" ini merosot tajam. Kasus defacement turun menjadi 23 kasus, kebocoran data menjadi 65 insiden, ransomware tersisa 1 kasus, dan serangan DDoS anjlok ke angka 17.900 percobaan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |