100 Perusahaan Teknologi Desak Penguatan Pertahanan Siber Berbasis AI

4 hours ago 22

loading...

Penguatan Pertahanan Siber Berbasis AI. Foto/ daily

LONDON - Lebih dari 100 organisasi dan perusahaan teknologi terkemuka—termasuk Google, OpenAI, Anthropic, Microsoft, Amazon Web Services (AWS), dan Oracle—telah menandatangani surat terbuka yang menyerukan penguatan mendesak sistem pertahanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) di tingkat global.

Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran mengenai semakin sempitnya waktu untuk memperkuat pertahanan digital sebelum serangan siber yang digerakkan oleh AI menjadi lebih luas dan canggih dalam beberapa bulan mendatang.

Menurut surat terbuka tersebut, keamanan infrastruktur vital—seperti rumah sakit, instalasi pengolahan air, dan jaringan internet global—menghadapi risiko yang terus meningkat jika kerentanan yang ada saat ini tidak segera ditangani.

Salah satu rekomendasi utama yang disoroti adalah perlunya setiap organisasi untuk mengatasi kerentanan sistem yang telah menumpuk seiring waktu, memperbarui sistem lama (*legacy systems*) yang rentan terhadap ancaman, serta memanfaatkan kombinasi model AI canggih untuk memperkuat pertahanan digital.

Perusahaan keamanan siber juga didesak untuk menguji kemampuan pertahanan mereka terhadap ancaman yang dimungkinkan oleh model AI canggih, selain juga berbagi informasi ancaman dan praktik terbaik dengan organisasi lain.

Pemerintah juga didesak untuk mengoordinasikan upaya pertahanan siber di semua tingkat pemerintahan, meningkatkan pendanaan keamanan siber, serta memperluas program akses bagi pihak tepercaya terhadap model AI berkapasitas tinggi, khususnya untuk melindungi infrastruktur vital.

Read Entire Article
Prestasi | | | |