70% Modal Asing, Proyek Hilirisasi Sepanjang 2025 Tarik Investasi Rp581 Triliun

4 hours ago 5

loading...

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi di bidang hilirisasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3%. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi di bidang hilirisasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3% secara tahunan (year on year/YoY).

Rosan memaparkan, nilai tersebut setara dengan 30,2% dari total realisasi investasi nasional tahun 2025 yaitu Rp1.931,2 triliun. Hal ini menegaskan peran strategis hilirisasi sebagai motor utama pertumbuhan industri dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

"Hilirisasi sudah mulai berjalan berjalan dengan baik, ini tidak hanya mineral, sekarang kita lebih ke perkebunan. Sekarang nilainya di sektor kehutanan, gas bumi, ini akan meningkat," ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: 6 Proyek Hilirisasi Rp101 Triliun Bakal Diresmikan, Rosan Ungkap Rinciannya

Meskipun saat ini, hilirisasi mineral masih menjadi kontributor terbesar dengan total investasi Rp373,1 triliun. Di dalamnya, nikel mendominasi sebesar Rp185,2 triliun, diikuti tembaga Rp65,9 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas mineral lainnya seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batubara, dan aspal Buton sebesar Rp18,4 triliun.

Read Entire Article
Prestasi | | | |