loading...
Dalam situasi harga minyak dunia menekan APBN, kendaraan listrik menjadi solusi jangka panjang karena mampu mengurangi konsumsi BBM secara signifikan. Foto/Dok
JAKARTA - Lonjakan harga minyak dunia akan menekan dan membatasi ruang gerak Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN kita. Kenaikan harga minyak global bisa mendorong pembengkakan subsidi dan kompensasi energi.
Kondisi itu tentu saja berisiko mengurangi ruang fiskal untuk belanja produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Dalam asumsi makro APBN, kenaikan harga minyak sebesar USD1 per barel dapat meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi hingga sekitar Rp8-10 triliun.
Dengan realisasi harga minyak dunia yang dapat menembus USD90-100 per barel, total belanja subsidi energi berpotensi kembali membengkak mendekati atau bahkan melampaui Rp300 triliun per tahun. Baca Juga: Harga Minyak Bisa Tembus USD100 per Barel, Bahlil Sebut Masih Dalam Koridor APBN
Dalam situasi tersebut, kendaraan listrik menjadi solusi jangka panjang karena mampu mengurangi konsumsi BBM secara signifikan. Selain menekan impor, peralihan ke listrik juga membantu mengurangi kebutuhan subsidi BBM yang selama ini sebagian besar dinikmati oleh sektor transportasi.


















































