AS Tak Mungkin Kirim Delta Force ke Iran, Hanya Andalkan Serangan Udara

7 hours ago 9

loading...

Serangan AS ke Iran hanya mengandalkan jet tempur. Foto/X

TEHERAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berulang kali mengancam bahwa Washington dapat melakukan intervensi militer di Iran jika terjadi penindakan keras terhadap para demonstran di tengah protes yang sedang berlangsung.

Pada hari Rabu, terungkap bahwa beberapa personel telah disarankan untuk meninggalkan Pangkalan Udara al-Udeid milik militer Amerika Serikat di Qatar pada Rabu malam, meningkatkan kekhawatiran akan serangan AS dan potensi pembalasan Iran.

Protes di Iran dimulai pada akhir Desember 2025 karena memburuknya kondisi ekonomi Iran. Namun sejak saat itu, protes telah meningkat menjadi tantangan yang lebih luas terhadap kepemimpinan ulama negara itu, yang telah berkuasa sejak revolusi Islam 1979.

Pada hari Selasa, Trump menggunakan media sosial untuk memberi tahu para demonstran di Iran bahwa bantuan "sedang dalam perjalanan", yang memicu spekulasi bahwa intervensi AS di negara itu mungkin akan segera terjadi.

Tetapi jika Washington melakukan intervensi di Iran, pilihan apa yang dimilikinya, dan seberapa layak pilihan tersebut?

Baca Juga: 3 Strategi Baru Iran Hadapi Invasi AS

Apa yang dikatakan Trump?

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya pada hari Selasa, Trump menulis: “Para Patriot Iran, TERUS BERPROTES, KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!! Catat nama-nama para pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar harga yang mahal. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN. MIGA!!! PRESIDEN DONALD J. TRUMP”.

“MIGA” mengacu pada “Make Iran Great Again” – plesetan dari slogan Trump “Make America Great Again”.

Presiden AS tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk “bantuan” tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |