Baru Awal 2026, Negara-negara Berkembang Sudah Tarik Utang Rp741 Triliun

15 hours ago 11

loading...

Penarikan utang negara-negara berkembang menjadi rekor di awal tahun 2026. FOTO/Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah negara-negara berkembang (emerging markets) tancap gas di pasar keuangan global pada awal 2026. Dalam delapan hari pertama tahun ini, mereka telah menarik USD44 miliar atau setara Rp741 triliun dari penerbitan utang, melonjak lebih dari 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut menjadi rekor awal tahun seiring minat investor yang menguat di tengah kondisi pinjaman paling menguntungkan dalam lebih dari satu dekade. Lonjakan penerbitan ini ditopang menyempitnya spread obligasi sovereign dollar negara berkembang terhadap U.S. Treasuries ke kisaran 2,5 poin persentase, terendah sejak Januari 2013.

Berdasarkan ukuran premi risiko JPMorgan Chase & Co., kondisi itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap disiplin fiskal negara-negara emerging markets, sekaligus pergeseran aliran modal dari Amerika Serikat (AS).

"Permintaan seimbang dengan pasokan, dan hampir tidak ada konsesi pada penerbitan baru," kata Tatjana Greil Castro, manajer di J.P. Morgan Investment Management dikutip dari Bloomberg, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp744 Triliun, Melebihi Defisit APBN 2025

Read Entire Article
Prestasi | | | |