Bayar Rp16 Juta, Warga China Rela Masuk Penjara Lemak Demi Kurus

6 hours ago 8

loading...

Suasana Penjara Lemak di China. Foto/Instagram @eggeats

JAKARTA - Obesitas di kalangan warga China terus meningkat. Untuk membantu menurunan berat badan, kini muncul tren "Penjara Lemak". Tempat dimana seseorang bisa menurunkan berat badan. Warga China yang obesitas berbondong-bondong ke 'penjara lemak' ini. Di sini mereka berolahraga hampir dua belas jam sehari dan dilarang keluar.

Dikutip The Sun, untuk masuk ke penjara ini, para pengunjung membayar setara dengan USD1.000 atau setara Rp16,6 Juta untuk menghabiskan satu bulan di kamp penurunan berat badan itu.Para influencer media sosial Tiongkok mengatakan di sini, mereka bisa menurunkan berat badan hingga 10 kg per minggu di kamp-kamp bergaya militer tersebut.

Baca Juga : Trump Larang Pemohon Visa yang Obesitas Masuk ke Amerika Serikat

Namun, kisah mereka tentang kehidupan di pusat-pusat tersebut, di mana para petugas berkeliaran menyita camilan berlemak — telah menimbulkan perbedaan pendapat.

Penjara tersebut ternyata juga sudah memkan korban kematian tragis. Termasuk kematian seorang influencer populer berusia 21 tahun yang dilaporkan meninggal setelah kehilangan 30 kg berat badan.

Seorang influencer Australia, yang menggunakan nama 'eggeats' di Instagram, telah mendokumentasikan masa tinggalnya dan membagikan video dari dalam kamp kepada 44.300 pengikutnya.

Wanita berusia 28 tahun itu mengatakan dia meninggalkan pekerjaannya yang 'bergaji tinggi' di negara asalnya untuk pindah ke Asia setelah kehidupan di sana menjadi 'stagnan' dan 'membosankan'.

Para tahanan yang gemuk mengikuti aturan ketat. Alarm berbunyi pukul 7.30 pagi, diikuti oleh penimbangan umum pukul 8 pagi, aerobik dari pukul 9.20 pagi hingga 10.30 pagi, dan makan pukul 11.15 pagi.

Baca Juga : 8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, dari Jepang hingga Korea Selatan

Read Entire Article
Prestasi | | | |