loading...
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. FOTO/Kementrans
JAKARTA - Pemerintah menunjukkan pembangunan kawasan transmigrasi dilakukan secara efisien dan berdampak luas melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Lewat program Trans Gotong Royong, Kementerian Transmigrasi berhasil menghemat anggaran hingga Rp369 miliar untuk pembangunan dua satuan permukiman transmigrasi tahun 2025 di Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang dan Galang (Barelang), Batam, Kepulauan Riau.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan total kebutuhan anggaran pembangunan dua satuan permukiman tersebut mencapai Rp490 miliar. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai sinergi antar kementerian/lembaga, Kementrans hanya perlu menanggung 24,75% dari total yang dibutuhkan.
"Melalui kolaborasi lintas kementerian, APBN tidak bekerja sendiri-sendiri. Setiap Rp1 uang negara harus mampu menghasilkan dampak yang berlipat," ujar Menteri Transmigrasi saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI pada Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Menko AHY Apresiasi Kinerja Kementrans dalam Transformasi Transmigrasi 2026
Kontribusi anggaran datang dari berbagai pihak. Badan Pengelolaan (BP) Batam menyumbang Rp168,55 miliar untuk pembangunan 300 unit rumah, sarana, prasarana dan utilitas umum. Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan Rp172,60 miliar untuk pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur permukiman.
Tak hanya itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung pembangunan kampung nelayan dengan anggaran Rp27,97 miliar. Berkat kolaborasi tersebut, Kementerian Transmigrasi hanya mengeluarkan anggaran sebesar Rp121,38 miliar untuk pematangan lahan, pembangunan sarana, prasarana, dan utilitas umum.


















































