loading...
Ariani S Pardosi, Pengajar dan Pemerhati Pendidikan Keluarga. Foto/Dok.Pribadi
Ariani S Pardosi
Pengajar dan Pemerhati Pendidikan Keluarga
DALAM beberapa bulan terakhir, ruang publik kita dipenuhi oleh kejutan yang datang silih berganti. Sosok-sosok yang selama ini tampil rapi di layar kaca, berdiri di mimbar kekuasaan atau dielu-elukan sebagai panutan, tiba-tiba terseret ke dalam pusaran aib.
Ada yang terungkap menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi, ada yang jatuh karena skandal moral, ada pula yang terbongkar menjalani kehidupan ganda yang jauh dari citra yang selama ini mereka bangun.
Semua itu terbuka lebar di hadapan jutaan pasang mata. Ia menjadi konsumsi publik, bahan perbincangan di media sosial (medsos), bahkan obrolan ringan di warung kopi. Dalam situasi seperti ini, selalu ada pihak yang diuntungkan: para pengejar konten.
Media sosial mendadak menjelma seperti tayangan gosip nasional yang diburu penonton. Potongan bukti, rekaman, dan narasi menyebar dalam hitungan jam. Manusia berubah menjadi tajuk berita, sementara kesalahan menjelma tontonan.
Tidak sedikit yang sebelumnya dikagumi, lalu seketika dihujani caci maki, dicabut kepercayaannya, bahkan seolah dihapus haknya untuk bangkit. Fenomena ini menyisakan pertanyaan penting yang jarang kita ajukan bersama: apa yang sebenarnya terjadi pada manusia ketika aibnya dibuka di ruang publik?
Apakah setiap kejatuhan harus selalu berujung pada penghabisan, atau masih adakah ruang bagi refleksi, pertanggungjawaban, dan pemulihan?
Pertanyaan itu menjadi semakin mendesak ketika kita mengingat bahwa tidak sedikit dari mereka yang terpojok oleh aib akhirnya memilih jalan paling sunyi dan tragis: mengakhiri hidupnya sendiri.
Ada pejabat yang tak sanggup menanggung tekanan setelah kasusnya terbongkar, ada figur publik yang kehilangan karier, keluarga, dan harga diri dalam waktu bersamaan, ada pula individu biasa yang mendadak viral karena kesalahan fatal, lalu tak pernah lagi diberi ruang untuk menjelaskan atau memperbaiki diri.














































