Cegah FOMO, Literasi Aset Digital dan Kripto Terus Digalakkan

7 hours ago 9

loading...

CEO Indodax, William Sutanto dalam Fortune Indonesia Summit di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Industri aset digital dan teknologi blockchain di Indonesia terus berkomitmen memperkuat literasi guna melindungi masyarakat dari fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau perilaku investasi sekadar ikut-ikutan. Langkah ini dilakukan melalui edukasi berkelanjutan agar pengguna memiliki pemahaman mendalam terkait risiko serta fundamental teknologi sebelum terjun ke dunia kripto.

"Lewat Indodax Academy dan berbagai program pengembangan talenta, kami ingin membantu masyarakat memahami kripto dan teknologi blockchain secara lebih utuh, termasuk risiko yang ada, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih matang dan bertanggung jawab," ucap CEO Indodax, William Sutanto, dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga: Investor Kripto Tembus 20 Juta Orang, Indodax Catat Transaksi Rp201 T di 2025

William menjelaskan bahwa dengan lebih dari 9,8 juta anggota, pihaknya secara konsisten mengelola Indodax Academy sebagai kanal edukasi utama. Platform ini membahas berbagai topik teknis mulai dari dasar blockchain, bitcoin, hingga mekanisme pertambangan aset kripto guna membangun rasionalitas investor dalam mengambil keputusan.

Melalui program tersebut, publik diajak untuk mengadopsi prinsip Do Your Own Research (DYOR). Pendekatan ini dinilai krusial agar pengguna mampu menilai risiko secara mandiri dan memahami produk yang mereka investasikan, sehingga tidak hanya tergiur oleh fluktuasi harga sesaat.

Selain edukasi bagi pengguna umum, perusahaan juga menyoroti pentingnya pengembangan talenta teknis melalui program literasi Web3 Developer. Inisiatif ini berfokus pada pelatihan dan mentoring bagi pengembang lokal agar memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan ekosistem digital masa depan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |