Defisit APBN 2025 Terjaga 2,81%, Pemerintah Raih WTP ke-10 dari BPK

3 hours ago 5

loading...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Tangkapan Layar Youtube/TV Parlemen

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbukti efektif menjadi instrumen fiskal untuk menjaga ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari kinerja perekonomian dan sejumlah indikator sosial sepanjang 2025 di tengah gejolak ekonomi serta dinamika geopolitik global.

"Terjaganya resiliensi perekonomian Indonesia didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat dengan tingkat pengangguran menjadi 4,85% pada Agustus 2025," ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Purbaya Guyur BPS Rp7 Triliun, Salah Satunya Bereskan DTSEN

Purbaya mengatakan tingkat pengangguran tersebut turun dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 4,91%. Sementara itu, tingkat kemiskinan pada September 2025 turun menjadi 8,25% dari 8,57% pada September 2024.

Di tengah fragmentasi perdagangan dan eskalasi geopolitik global, perekonomian Indonesia pada 2025 mampu tumbuh 5,11%. Pada periode yang sama, inflasi terjaga pada level 2,92%, sedangkan defisit anggaran tercatat 2,81% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dalam rapat tersebut, Purbaya menyampaikan apresiasi kepada DPR RI atas persetujuan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2 APBN) Tahun Anggaran 2025. Ia juga menyampaikan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Read Entire Article
Prestasi | | | |