loading...
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal sebut kitan memasuki tatanan dunia yang berbahaya. Foto/X/@cahimalyanjoshi
JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal, mengungkapkan invasi agresi militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro sebagai lonceng kematian bagi hukum internasional yang digantikan hukum rimba.
Melansir unggahan di platform X, pada Sabtu (3/1/2026), tokoh diplomasi Indonesia itu melihat dunia tengah memasuki tatanan baru yang sangat berbahaya. Itu terjadi ketika negara adidaya merasa memiliki legitimasi untuk bertindak sewenang-wenang terhadap kedaulatan negara lain.
"Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi 'semau gue' terhadap negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order," tulis Dino, dilansir SindoNews.
Apa yang dilakukan Trump tersebut juga menunjukkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) makin mandul. Dino mengkritik Dewan Keamanan PBB (DK PBB), negara-negara G7, hingga solidaritas kawasan Amerika Latin dalam merespons aksi militer AS.














































