loading...
Enam robot humanoid buatan Unitree Robotics melakukan aksi akrobatik serempak di panggung konser Wang Leehom. Foto: ist
JAKARTA - Satu emoji "tertawa sambil menangis" dan satu kata singkat "Keren!" dari cuitan Elon Musk sudah cukup untuk mengguncang jagat teknologi global.
Bos Tesla itu tidak sedang mengomentari peluncuran roket terbarunya. Tapi, merespons evolusi robot humanoid buatan China yang kini tidak hanya bisa berjalan kaku. Melainkan mampu melakukan salto di panggung konser hingga melancarkan tendangan keras dalam uji coba pertarungan jarak dekat.
Fenomena ini menandai babak baru dalam persaingan robotika global. China, yang selama ini dikenal sebagai pabrik dunia, kini mulai memamerkan kematangan rekayasa "cerebellum" atau otak kecil robot—sistem yang mengatur keseimbangan dan motorik—yang bergerak jauh lebih cepat dari prediksi banyak pengamat.
Dari Panggung Konser ke Arena Tarung

Sorotan dunia bermula pada malam tanggal 18 Desember 2025 di Chengdu, Provinsi Sichuan. Dalam konser penyanyi Wang Leehom, enam robot humanoid naik ke panggung.
Di tengah gemuruh 100.000 penonton, asap, dan tata cahaya ekstrem, keenam robot tersebut melakukan salto Webster flips secara serempak dengan presisi tingkat milidetik. Ini adalah demonstrasi stabilitas sistem kontrol terdistribusi yang didukung jaringan 5G dan edge computing.
Video konser tersebut viral hingga memancing Musk untuk berkomentar "Keren!". Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Pada hari Sabtu (27/12/2025), kepala insinyur Tesla Cybertruck mengunggah ulang video dari Unitree Robotics, perusahaan asal China, yang memperlihatkan robot tipe Unitree G1 melakukan uji coba gerakan tempur.
Dalam video tersebut, robot G1 meniru gerakan insinyur manusia dengan akurasi menakutkan, hingga di detik terakhir, robot tersebut melayangkan tendangan ke arah mitra manusianya.
Respons Musk dengan emoji tertawa menyiratkan pengakuan bahwa pesaing dari Timur ini tidak main-main.














































