loading...
Mahasiswa FK UNEJ dengan inovasi Griffithsin Fine Drug Delivery System (G-Fine) berhasil menjadi 2nd Winner dan Gold Medal pada 5th IYS 2026 di Malaysia. Foto/UNEJ.
JEMBER - Pascapencapaian gemilang di panggung internasional, tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember (UNEJ) kini fokus melanjutkan pengembangan riset dan hilirisasi inovasi Griffithsin Fine Drug Delivery System (G-Fine).
Inovasi medis berbasis potensi lokal ini diproyeksikan menjadi solusi masa depan dalam mencegah transmisi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari ibu hamil ke bayi (intrauterine transmission).
Pengembangan G-Fine menjadi perhatian mendesak dalam dunia medis mengingat tingginya tantangan pencegahan penularan HIV pada bayi secara efektif, aman, dan minim efek samping.
Baca juga: UI Buka Rekrutmen Pegawai Tidak Tetap Tenaga Kependidikan 2026, Cek Infonya
Keunikan utama G-Fine terletak pada pemanfaatan protein antivirus Griffithsin yang diekstrak dari tanaman tembakau Nicotiana benthamiana—komoditas unggulan khas Jember.
Dibandingkan metode konvensional, G-Fine diformulasikan dalam bentuk dissolving microneedle patch (tempelan jarum mikro larut) berbasis nanoteknologi yang dioptimalkan dengan kecerdasan buatan (AI). Formulasi ini memungkinkan penghantaran obat secara presisi, nyaman digunakan, serta memiliki daya imunoprofilaksis yang tinggi.


















































