Gagal Kalahkan Iran dengan Senjata, AS Akan Lumpuhkan Ekonomi Teheran

3 weeks ago 106

loading...

Gagal kalahkan Iran dengan senjata, AS akan lumpuhkan ekonomi Teheran. Foto/X/@rkmtimes

TEHERAN - Mike Waltz, utusan AS untuk PBB, mengatakan bahwa langkah ekonomi Menteri Keuangan Scott Bessent "melumpuhkan perekonomian Iran ". Dia menyebutkan bahwa pihak Iran terus datang ke meja perundingan untuk meminta uang tunai.

"Saat Iran duduk bersama negosiator kami, yang mereka bicarakan hanyalah uang tunai, uang tunai, dan uang tunai. Karena mereka sanggup menahan gempuran bom," ujar Waltz dalam wawancara dengan Fox News. "Saya mengatakannya sebagai kelakar namun juga dengan serius—saat ini, pihak Iran lebih takut kepada Menteri Bessent dibandingkan kepada Menteri [Pertahanan] Hegseth."

Utusan AS tersebut menyatakan bahwa para pemimpin Iran "tidak peduli" terhadap militer ataupun rakyat Iran. Sebaliknya, mereka lebih memedulikan fakta bahwa "mata uang mereka sedang anjlok" dan "inflasi berada di tingkat tertinggi dalam 80 tahun terakhir," ujarnya.

"Mereka terus-menerus meminta akses terhadap uang tunai dan aset-aset mereka yang telah kami bekukan... itulah tekanan utamanya. Hal itu, ditambah dengan blokade, adalah faktor yang pada akhirnya akan memaksa Iran untuk melunak."

Sementara itu, Mehran Kamrava, seorang profesor di Georgetown University di Qatar, mengatakan bahwa negosiasi antara Iran dan AS berjalan sangat lambat dan meragukan keberhasilan kampanye tekanan ekonomi Washington.

"Apa yang kita lihat adalah pihak Iran berupaya memberikan tekanan ekonomi kepada negara-negara tetangga di kawasan, khususnya negara-negara seperti Qatar, UEA, Arab Saudi, dan Kuwait, agar mereka kemudian menekan AS untuk bernegosiasi dengan Iran," ujarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |