loading...
Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo menilai akar persoalan kemacetan setiap Nataru dan Lebaran di Merak–Bakauheni adalah keterbatasan infrastruktur pelabuhan. Foto/istimewa
JAKARTA - Pernyataan anggota Komisi V DPR yang menyebut kemacetan di Merak–Bakauheni setiap momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran karena faktor kapal mendapat respons sejumlah kalangan. Salah satunya dari Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap).
Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo menilai akar persoalan kemacetan yang hampir selalu terjadi pada setiap event Nataru dan Lebaran di Merak–Bakauheni adalah keterbatasan infrastruktur pelabuhan, khususnya jumlah dan kualitas dermaga. Menurut Khoiri, kondisi tersebut menyebabkan kapal-kapal yang telah memiliki izin operasi tidak dapat dioptimalkan kapasitas muat dan jam operasinya.
Berbagai masukan, rekomendasi teknis, dan peringatan telah berulang kali disampaikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun Komisi V DPR. Tapi sampai saat ini, belum ada langkah nyata dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan, terutama penambahan dermaga.
Baca juga: Kondisi Terkini Pelabuhan Merak Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
“Masalah macet di Merak–Bakauheni bukan kekurangan kapal. Kapalnya justru sudah terlalu banyak. Masalahnya adalah keterbatasan dermaga, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Ini fakta lapangan yang tidak bisa lagi dipungkiri,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).













































