loading...
Tangkapan layar antarmuka Gemini yang kini secara terang-terangan menyediakan fitur eksklusif untuk membajak dan mengimpor riwayat percakapan dari pesaingnya, ChatGPT dan Claude. Foto: Gemini/Sindonews
JAKARTA - Google tidak lagi bermain aman dalam perang ekosistem Kecerdasan Buatan (AI) global dengan merilis manuver paling agresifnya tahun ini: membiarkan Gemini secara terbuka "membajak" riwayat percakapan dan memori pengguna dari pesaing utamanya, ChatGPT dan Claude.
Google meluncurkan kapabilitas impor data ini bertepatan dengan debut Gemini 3.1 Flash Live. Taktik ini menjadi upaya cerdik Google untuk menghancurkan lock-in effect (efek penguncian) dari ekosistem OpenAI.
Selama ini, keengganan pengguna ChatGPT untuk beralih ke Gemini kerap dipicu oleh ketakutan kehilangan riwayat prompt dan memori personalisasi yang telah terbangun lama.
Demi memfasilitasi eksodus massal ini, Google membentangkan karpet merah lewat opsi "Import memory to Gemini" yang bersembunyi di balik ikon roda gigi "Settings & help" pada sudut kiri bawah antarmuka.
Melalui tautan khusus gemini.google.com/import, manuver pembajakan ini menawarkan opsi "Import chats" di mana Google secara gamblang menyebut nama ChatGPT dan Claude.

















































