loading...
Fenomena gerhana bulan total akan menghiasi langit Indonesia pada 3 Maret 2026. Foto/Istimewa
JAKARTA - Fenomena gerhana bulan total akan menghiasi langit Indonesia pada 3 Maret 2026. Fenomena kali ini merupakan momen langka ketika bulan akan perlahan memasuki bayangan bumi (umbra) hingga mencapai puncaknya dan tampak kemerahan.
Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) lewat akun media sosial Instagram resminya. "Proses gerhana dapat dilihat di bagian Timur Amerika, Australia, serta Asia Timur, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Asia Tengah," tulis BMKG, dikutip Minggu (1/3/2026).
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 ini merupakan anggota ke 27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah gerhana bulan total 21 Februari 2008. Adapun gerhana bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini adalah gerhana bulan total 13 Maret 2044.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Jadi Titik Balik atau Pembaharuan?
"Gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya,” jelas BMKG.
BMKG membeberkan bahwa gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari--bumi-bulan sejajar. Hal ini membuat bulan masuk ke bayangan inti (umbra) bumi. Saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna merah pada bulan disebabkan oleh hamburan rayleigh di atmosfer bumi.


















































