Hamas: Eskalasi Israel di Masjid Al-Aqsa Tak akan Ubah Karakter Islam Situs Itu

1 week ago 82

loading...

Para pemukim Israel, di bawah perlindungan polisi Israel, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada 21 Mei 2026. Foto/Gazi Samad/Anadolu Agency

JALUR GAZA - Hamas menyatakan langkah-langkah baru Israel di Masjid Al-Aqsa Yerusalem tidak akan berhasil mengubah identitas Islam masjid tersebut. Beberapa langkah Israel yakni memberi izin membawa buku doa Yahudi dan pelaksanaan doa bersama secara terorganisir di dalam kompleks masjid.

Kelompok Palestina itu mengeluarkan pernyataan tersebut bertepatan dengan peringatan 57 tahun peristiwa pembakaran situs suci itu pada tahun 1969, serta beberapa hari setelah polisi Israel mengizinkan buku doa Yahudi dibawa masuk ke kompleks masjid.

"Rencana pihak pendudukan [Israel] tidak akan berhasil melakukan Yahudisasi terhadap Masjid Al-Aqsa, mengubah karakteristiknya, menghapus identitasnya, membaginya secara waktu maupun ruang, ataupun melegitimasi ritual Talmud di pelatarannya," tegas Hamas.

Kelompok tersebut menambahkan keputusan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, untuk mengizinkan buku doa Yahudi masuk ke kompleks masjid dan memperbolehkan doa bersama secara terorganisir di pelatarannya merupakan "langkah eskalasi" yang menentang "kesucian dan identitas sejarah Islam" situs tersebut.

Menurut laporan media Israel, pekan lalu polisi Israel mengizinkan sekelompok penganut Yahudi yang taat untuk membawa buku doa ke dalam kompleks masjid, setelah sebelumnya mengizinkan masuknya lembaran doa sejak bulan Januari.

Ben-Gvir kemudian mengonfirmasi langkah tersebut.

Sementara itu, polisi Israel menyatakan pengelolaan situs yang menjadi titik rawan konflik tersebut dilakukan berdasarkan arahan tingkat politik, prosedur, serta penilaian situasi di lapangan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |