Hapus Sejarah Arab, Israel Paksakan Kurikulum Zionis pada 45.000 Siswa Palestina di Yerusalem

3 hours ago 12

loading...

Salah satu dari 15 sekolah Kristen Palestina di Yerusalem yang menghadapi pembatasan Israel yang kian meningkat terkait pendidikan dan akses. Foto/Vatican News

YERUSALEM - Pemerintah Provinsi Yerusalem memperingatkan otoritas pendudukan Israel secara dramatis memperluas penerapan kurikulum Israel pada siswa Palestina di Yerusalem yang diduduki. Mereka menggambarkan kebijakan tersebut sebagai upaya membentuk kembali identitas, ingatan, dan kesadaran sejarah generasi baru.

Tahap terbaru akan dimulai pada hari Selasa dengan pembukaan tahun ajaran 2026-2027 dan akan mencakup siswa kelas satu dan tujuh di sekolah-sekolah resmi yang berafiliasi dengan pemerintah kota pendudukan Israel.

Juru bicara Pemerintah Provinsi Yerusalem, Marouf al-Rifai, menggambarkan tindakan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya sejak 1967" dalam upaya Israel mengendalikan pendidikan Palestina di kota yang diduduki.

Menurut angka yang dilaporkan surat kabar Israel Haaretz, 39.363 siswa Palestina akan belajar sesuai dengan kurikulum Israel selama tahun ajaran baru di 105 sekolah kota.

Sebanyak 5.085 siswa lainnya akan mengikuti kurikulum di lembaga-lembaga yang diklasifikasikan oleh otoritas Israel sebagai "diakui dan tidak resmi."

Secara keseluruhan, lebih dari 45.000 siswa Palestina akan belajar di bawah kurikulum Israel — sekitar 38 persen dari hampir 120.000 siswa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Ekspansi ini telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah siswa Palestina yang belajar di bawah kurikulum Israel mencapai 10.347 pada tahun ajaran 2020-2021. Angka tersebut meningkat menjadi 19.402 pada tahun 2024-2025 dan kemudian menjadi 27.041 pada tahun 2025-2026.

Sekitar 15 tahun yang lalu, hanya beberapa ratus siswa Palestina di Yerusalem yang belajar sesuai dengan kurikulum Israel.

Al-Rifai mengatakan langkah-langkah terbaru ini merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang untuk menekan lembaga-lembaga pendidikan Palestina, termasuk melalui pendanaan sekolah dan persyaratan yang dikenakan pada administrasi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |