loading...
Seseorang sedang mengisi bahan bakar di sebuah SPBU pada 10 Maret 2026 di New York. FOTO/AP
WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga energi global. Ia menyebut kondisi tersebut bersamaan dengan perang di Iran telah menciptakan tekanan terhadap harga energi dan biaya hidup masyarakat AS.
“Kita sedang menghadapi guncangan energi saat ini, yang disebabkan oleh perang di Ukraina karena Ukraina memutuskan untuk menghancurkan aset energi dan produk olahan Rusia, sehingga menciptakan tekanan kenaikan harga secara global, dan kemudian konflik di Iran,” kata Bessent dikutip dari Bloomberg, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Balas Dendam Berlanjut, Iran Merudal Pangkalan AS di Kuwait
Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz akibat perang telah mendorong lonjakan harga energi global dalam enam bulan terakhir, dengan harga minyak sempat mendekati USD100 per barel dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara. Bentrokan yang kembali terjadi pekan ini turut mendorong harga minyak kembali meningkat.
Sebelumnya, Bessent mengatakan jalur pipa minyak pada akhirnya dapat membantu pemasok energi menghindari Selat Hormuz. Menurut dia, peran selat strategis tersebut dapat semakin berkurang pada tahun-tahun mendatang seiring pemasok mengembangkan jalur distribusi energi alternatif.


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339864/original/075800400_1788431827-IMG_4442.jpeg)































