loading...
Presiden Prabowo Subianto saat HUT ke-80 TNI. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan mengirim pasukan TNI ke Jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Pasukan ISF tersebut menjadi bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangka penyelesaian konflik di Jalur Gaza.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menanggapi rencana tersebut. Pria yang akrab disapa Deng Ical menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus mempersiapkan secara matang dan komprehensif rencana pengiriman pasukan TNI tersebut. Menurutnya, berbagai aspek teknis dan strategis harus diperhitungkan secara cermat.
"Pemerintah harus memastikan kesiapan secara menyeluruh. Mulai dari pemilihan personel TNI yang akan ditugaskan, skema pengiriman, pola penempatan pasukan di Gaza, hingga perumusan tugas yang jelas selama berada di wilayah konflik," kata Deng Ical, dikutip Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Inilah Jenderal TNI yang Berpeluang Jadi Komandan Pasukan di Gaza
Ia mengingatkan bahwa kondisi keamanan di Jalur Gaza hingga saat ini masih sangat rawan dan membahayakan. Karena itu, pemerintah diminta untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait pengiriman pasukan.
"Situasi di Gaza belum sepenuhnya aman. Ancaman terhadap keselamatan prajurit sangat nyata. Karena itu, kehati-hatian harus menjadi prinsip utama dalam kebijakan ini," ujarnya.


















































