loading...
Presiden Emmanuel Macron umumkan Prancis akan memperluas persenjataan nuklirnya agar lebih ditakuti pihak musuh. Foto/National Interest
PARIS - Presiden Emmanuel Macron mengumumkan Prancis akan memperluas persenjataan nuklirnya sebagai bagian dari strategi nuklir yang baru. Dia berpendapat bahwa langkah itu untuk memastikan Prancis menjadi lebih ditakuti oleh pihak musuh.
Pengumuman itu disampaikan dalam pidato Macron pada hari Senin di pangkalan militer yang menampung kapal selam rudal balistik negara itu.
Dia membenarkan perlunya meninjau postur nuklir dengan kebutuhan untuk beradaptasi dengan apa yang dia gambarkan sebagai realitas baru, dengan menyebutkan pengembangan persenjataan Rusia yang sedang berlangsung dan upaya China untuk mengejar ketertinggalan militer dengan Amerika Serikat (AS) sebagai ancaman utama.
Baca Juga: Horor! Rusia Akan Bidikkan Senjata Nuklir ke Negara NATO Ini Jika...
Uni Eropa dan NATO telah menggunakan apa yang disebut "ancaman Rusia" untuk membenarkan peningkatan pengeluaran militer yang besar.
“Saya telah memutuskan untuk meningkatkan jumlah hulu ledak persenjataan kita,” kata Macron.
"Jika kita harus menggunakan persenjataan kita, tidak ada negara, sekuat apa pun, yang dapat melindungi diri darinya, dan tidak ada negara, seluas apa pun, yang akan pulih darinya," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (3/3/2026).
Dia menambahkan bahwa Paris tidak akan lagi mengungkapkan jumlah persenjataa nuklirnya untuk memastikan musuh-musuhnya takut akan potensinya.


















































