Inilah Manus, Startup AI Singapura Pesaing OpenAI yang Dicaplok Meta Senilai Rp32 Triliun

5 hours ago 7

loading...

Mark Zuckerberg kembali melakukan ekspansi agresif dengan mengakuisisi Manus senilai Rp32 triliun, mengintegrasikan teknologi agen AI canggih tersebut ke dalam ekosistem aplikasi Meta. Foto: SCMP

SINGAPURA - Mark Zuckerberg merasa Meta selalu ketinggalan di kecerdasan buatan dibandingkan Open AI ataupun Google. Karena itu, di penghujung 2025, Zuckerberg melakukan manuver tajam.

Induk perusahaan Facebook dan Instagram, Meta Platforms, resmi mencaplok startup AI yang tengah naik daun, Manus, dengan nilai kesepakatan fantastis mencapai USD2 miliar atau Rp32 triliun.

Langkah ini bukan sekadar aksi korporasi biasa, melainkan deklarasi perang terbuka terhadap dominasi OpenAI sekaligus upaya pembuktian kepada investor yang mulai gelisah.

Kesepakatan ini terjadi di momen krusial. Zuckerberg, yang telah mempertaruhkan masa depan Meta pada teknologi AI, melihat Manus sebagai permata langka: produk kecerdasan buatan yang tidak hanya pintar, tetapi juga terbukti mampu mencetak uang.

Anomali di Tengah Bakar Uang

Langkah Meta mengakuisisi Manus—startup berbasis di Singapura—adalah respons strategis terhadap tekanan pasar. Investor belakangan ini kian "gugup" melihat belanja infrastruktur Meta yang ugal-ugalan hingga mencapai USD60 miliar (Rp 960 triliun).

Di tengah industri teknologi yang sibuk berutang demi membangun pusat data (data center), Manus hadir dengan portofolio keuangan yang sehat.

Read Entire Article
Prestasi | | | |