loading...
Fasilitas pengolahan minyak Aramco di Arab Saudi. FOTO/UIG
JAKARTA - Sebuah drone Iran menyerang fasilitas kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco memicu kebakaran di salah satu kilang minyak terbesar di dunia. Insiden ini memperluas dampak konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran ke kawasan Teluk Persia serta mengguncang pasar energi global. Sebuah kebakaran berhasil dikendalikan di fasilitas tersebut, menurut Times of Israel mengutip reporter Semafor di X. Laporan awal tidak menunjukkan adanya korban jiwa.
Kilang berkapasitas 550.000 barel per hari itu berada di pantai timur Arab Saudi dan juga berfungsi sebagai terminal ekspor minyak mentah penting dengan kapasitas penanganan sekitar 6,5 juta barel per hari (bph).
Serangan tersebut terjadi setelah operasi militer terkoordinasi AS-Israel pada 28 Februari yang oleh Pentagon dinamai "Operation Epic Fury" dan oleh Israel disebut "Operation Roaring Lion". Operasi tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat militer senior, sebagaimana dikonfirmasi media negara Iran pada 1 Maret.
Baca Juga: Arab Saudi Bantah Tudingan Diam-diam Melobi Trump untuk Menyerang Iran
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel, instalasi militer AS, serta negara-negara Teluk yang dianggap sekutu Washington. Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania dilaporkan menjadi target, sementara Riyadh menyatakan berhasil menggagalkan serangan terhadap ibu kota dan Provinsi Timur.


















































