loading...
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf. Foto/Global Look Press/Icana
TEHERAN - Teheran akan menganggap pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sebagai target yang sah jika Washington mencoba campur tangan dalam penanganan Iran terhadap protes massal yang sedang berlangsung. Peringatan tegas itu diungkap Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf.
Pernyataannya muncul setelah Presiden Donald Trump menyatakan Amerika "siap siaga" dan dapat masuk kapan saja.
Demonstrasi besar-besaran dimulai di Republik Islam pada akhir Desember ketika para pedagang di Teheran melakukan pemogokan setelah mata uang nasional, rial, mencapai titik terendah sepanjang sejarah.
Protes dengan cepat menyebar ke kota-kota lain dan berubah menjadi politis dan penuh kekerasan.
“Presiden Amerika yang tidak menghormati itu harus… tahu bahwa… semua pusat dan pasukan Amerika di seluruh wilayah akan menjadi target yang sah bagi kami sebagai respons terhadap potensi petualangan apa pun,” tegas Ghalibaf dalam pernyataan di X pada hari Jumat (2/1/2026), mengomentari unggahan Trump di Truth Social pada hari yang sama.














































